Galeri

  • PUISI-SANTRI

*SANTRE PANGARANGAN

Tangisku
Aku yang berduka
Karna gemuruh langit tak lagi bersuara
Jalan-jalan pun masih lengket dengan stempel tinta hitam
Namun bendera itu tak lagi berwarna
Tiba-tiba darahku tak merah lagi
Mataku putih di bawah hitam
Menyisakan harapan yang terbakar
Lalu Aku beringsut dari duka
Yang membuatku kecewa
Lantaran garuda tak lagi bersuara
Tangiskau
Ia yang bersedih
Karena air mata
Tak kan mengajarkanmu lupa
Walau angin telah bernafas dengan waktu
Kini tiba saatnya kita lantunkan sejarah itu Indonesia raya
Ya, Indonesia raya
Tanah darah kita
Bukan tanah milik kita
Merdeka bagimu, kecewa bagiku
Lantaran aku tak mampu memurnikan sejarah kita
Lantaran aku tak mampu memurnikan sejarah tanah air kita
Lantaran aku tak mampu memurnikan sejarah tanah tumpah darah kita
Lantaran aku tak mampu memurnikan sejarah negara
Lantaran aku tak mampu memurnikan sejarah bangsa
Lalu aku berduka, Aku bersedih
Namun, aku melarang mu menangis
Karena tangisku itulah dukamu
Yang menyisakan kesedihan, kepedihan dalam rindumu
Aku melihat
Aku menatap
Aku menyaksikan
Itukah aku
Itukah kau
Dan itukah kita
Menyebutnya BHINNEKA TUNGGAL IKA
Merdeka
Ya merdeka
Aku merdeka
Kau merdeka
Kita merdeka
Namun, kita tetaplah kau dan aku
Bukan kalian.

Read Full Article